Feed on
Posts
Comments

hati- hati ..

Menjadi seseorang yang baik ternyata tidak  mudah ya ..
Terkadang ..ada saja yang membuat kita merasa nggak enak hati atau malah makan hati .. (hihii ..yo seperti itulah ..)
Tapi kalau di pikir belum pantas juga sih di sebut dengan orang baik ..hanya saja aku berusaha untuk menjadi seperti itu (dan ternyata memang sulit sekalii ..).

Hmm ..ini sepenggal cerita tentang hari ini ..
Seseorang yang lumayan cukup aku kenal juga, yang awalnya dulu sering cerita ..tentang dirinya tentunya ..yahh sebagai operator tentunya aku mesti ramah to ..(padahal asline galak ki ..tapi lembut hatinya .. yo ora to .. hehe).

Bukan gimana- gimana ..tapi aku merasa agak kurang jenak jika sampai seseorang ingin tahu lebih jauh tentangku ..yang itu tak seharusnya ia tahu .. Dan tiba2 orang itu hampir tiap hari sms ..sebenarnya aku tidak masalah jika ada orang yang mau berteman dekat ..tapi masalahnya aku juga tidak mau terlalu dekat (maksudnya? yo gitu deh ..).

Susah juga mengambil sikap ..
Tapi kini aku berusaha untuk biasa saja terhadap semua orang ..
Walau kadang tanpa sadar aku terbawa untuk bersikap sok akrab ..padahal mungkin itu bisa menjadikan salah persepsi setiap individu. Ya ..intinya harus hati2 dalam bersikap dan bertutur kata .. (sok bijaksana ki ..).

Tanggal berapa yah ku kok lupa, yang pasti sih saat itu cuaca agak mendung sih .. nggak gerimis .. catet yah hanya mendunnggg .. (teringat lagu Ebit nih .. xixixi ..). Tepatnya pagi hari .. pukul 09.00 WIB ku di ampiri teman seperjuanganku ..mbak Siti (Siti Nurhaliza ya Pit? What?? Ah yo bukan lah .. cukup Siti Surajiah saja .. hehe ..).

Rencana memang hanya 2 ponpes yang akan kita kunjungi ..(kasih undangan tepatnya ..). Undangan buat mubalighoh2 gitu ceritanya ..wah jadi sok penting nih .. Agak gimana juga sih, kok V3 bisa sejauh ini melangkah ya .. nggak kebayang kalau akhirnya aku punya kesempatan untuk menjadi pengemban dakwah (wuih .. kereenn ..terlalu lebih nek aku katakan bahwa aku menjadi pengemban dakwah, lha aku aja masih banyak kelemahan ..kekurangan juga tentunya ..).

Kami meluncur ke rumah mbak Romlah ..(hmm ..sopo to sik g kenal mbak Romlah ..hihii ..dia sosok yang aku banggakan lhoh ..baik hati dan murah hati .. ciyeee ..).

Jadi team kita ada 3 orang nih ..(yupz ..betul-betul-betul ..)

Pertama, ke ponpes M. H ..(di mana tuh Pit? ..). Yahh ..di rahasia lah ..

Sepiii .. tok-tok ..ting tong .. Assalamu’alaikummm …

Ponpes atau penginapan yahh ..? Wallah- wallah ..kok sepine minta ampyunn .. Emang pada kemana ya santri2nya ..(apa pada mudik kali code yah ..? xixixi ..).

Dann .. tapi singkat cerita ..akhirnya ketemu juga dengan pemilik pondok .. Seorang bapak setengah baya ..aktivis A atoB yah .. ah g tau aku mana perbedaannya ..yg pasti kayaknya mbeko’ ke A deh ..

Dann ..tujuan kita kan ke istri pemilik ponpes ya .. Oow ..ternyata dan ternyata ..baru masak ..tapi it’s ok lah ..beliau keluar menemui tamu2nya ini (weeh .. tamu?? Hihii ..).

Wah ..penerimaan yang sangat luar biasa ..terlebih kata2 pak kyai ponpes(walau jane nggak pantes jadi kyai itu potongannya .. hehe ..). Di sini peran jubir ..mbak Siti ..lalu aku? Hmm .. aku cuma jadi sie pengamatan tok .. hohoho ..

Point tersendiri ..yupz ..sambutan mereka sangat bagus dalam menerima kita2 ini.

Alhamdulillah .. hmm .. ini sekedar cerita lho ..cerita yang membuatku terkesan ..hehe ..

memory 010110

Musim hujan tahun ini pun tiba ..
Ku tatapi pepohonan di depan rumah, yang memang penuh dengan tanaman tak bermanfaat, hihii .. maksudku yo mung taneman ijo- ijo kae.
Senyumku mengembang, Alhamdulillah .. akhirnya Engkau mengirimkan air hujan- MU.

Sesaat pikiranku pun terdampar pada satu tahun silam, ah kenapa hobby aku mah melamun yo .. (jane yo bukan melamun, mung sekedar mbayangke tok! Hihii ..).

Anganku begitu tinggi, dan mungkin ambisiku terlalu tinggi, hingga itu semua malah menghancurkan apa yang sudah aku rencanakan. Meraih gelas eh gelar ding, S1 itu impianku dari awal ketika aku lulus dari sekolah menengah.

Semua berubah seketika, sebenarnya tinggal dua semester lagi aku lulus, namun lagi- lagi harus masalah klasik lah yang membuatku jatuh tak bernyali (wah gayane .. hehe ..). Terlalu rumit jika harus aku perjelas dalam tulisanku, kenapa sampai akhirnya aku harus berhenti kuliah.

Aku hanya mencoba mengerti .. juga memahami kondisi yang ada saja, peranku disini adalah menjadi anak yang baik bagi orangtuanya. Walau sebenarnya rasa iri, rasa tak nyaman itu menyergap benak dan hatiku. Kenapa dan kenapa? Ah tak ada jawabannya.

Belum lagi masalah demi masalah muncul bergantian. Dalam setahun sudah banyak kejadian yang menyita pikiranku. Terkadang dan mungkin sering adalah masalah social di masyarakat. Kapan mbak nikah? What?? Kenapa dan kenapa lagi …??

Siapa juga yang tidak ingin nikah, aku juga manusia normal lah (Alhamdulillah .. masih normal .. hehe ..). Tapi nikah nggak semudah itu, pekikku dalam hati kalau ada yang menanyakan hal itu padaku. Aku masih terfokus dengan rencana awalku walau aku sangsi apa aku bisa atau malah tidak sama sekali, dan menikah bukan prioritas utamaku (tahun 2009 kemarin).

Lamunanku terbuyar saat hp di atas meja bergetar.
-Asslkum .. Ukh ..tolong buat surat permohonan polres ya ..besok pagi antar ke tempatku ..-

Sadarku, inilah duniaku yang sesungguhnya ..

- Entahlah -

Tertunduk lesu tak berdaya
Meraih satu nuansa diri
Bersama hati yang semakin luka

Melupakan satu masa
Dimana hanya ada sebuah asa
Langkah hati ciptakan satu rasa ..

Dimana lagi ..
Keadilan serta ketenangan itu,
Atau memang hanya sebuah halusinasi??

Semua terasa gamang,
Mengikat jiwa tak tentu arah,
Sepi dan sunyi menyahut,
Berganti dengan gelap tanpa cahaya ..

Melukiskan satu mimpi,
Dengan rajutan kecemasan melipat kegundahan
Resah diri tak lagi terasa
Hanya angan yang terbang jauh tinggi

Raih keinginan semu ..
Merangkak penuh siksa ..
Dan adakah hal yang lebih baik dari semuanya??

Terlampau jauh tuk dijangkau ..
Terlampau tinggi tuk didapat ..

Akankah trus diraih dan dikejar dengan langkah lambat? ..

-Entahlah ..-

Lukisan Nada Hati

Ufgh …
Semua jadi seolah terasa hampa seketika ..
Kemana hati harus ku ayunkan lagi ..

Ketika satu per satu mulai datang nan pergi ..
Terdiam aku merenungi ..
Apa dayaku untuk menentang ini?

Aku butuh cahaya ..
Cahaya yg kan selalu menyinari hanya untukku ..
Cahaya yang kan halal tuk aku rindukan ..

Akan aku ulang dari awal lagi ..
Ketika hati hanya ada pada NYA ..
Dan apapun karna pada NYA ..

Aku pasti bisa!

Yahh aku pasti bisa mengembalikan lukisan nada hatiku ..hanya untuk-NYA ..

“Andai .. “

Ingatanku masih terbayang 8 tahun silam, saat usia itu masih terbilang muda untuk hal- hal yang terkait dengan cinta. Kisah yang dimulai dari surat cinta hingga telegram cinta, mewarnai hiruk pikuknya suasana hati kala itu.

“Aku menyukainya Ra ..” isak Dinda dalam pelukanku kala itu. Tak banyak yang bisa aku lakukan, aku hanya membelai rambutnya, menenangkannya dengan pelan, dan menghiburnya juga. Surat yang berada dalam genggamanku pun aku genggamkan padanya.

“Dia juga menyukaimu Din ..” lirihku menahan rasa ketidakyakinanku. Salahkah apa yang aku lakukan? Gejolak hatiku kian tak menentu, aku menyayanginya seperti aku menyayangi adikku sendiri. Dan surat yang harusnya itu ditujukan untukku, sengaja aku berikan pada Dinda yang memang sangat mengharapkannya.

Semuanya berlangsung selama 2 tahun, selama itu pula, aku menjadi perantara mereka. Meski sebenarnya ..semua hanyalah semu belaka. Tapi yang aku pikir, pada saat itu hanyalah bisa melihatnya tersenyum .. Tapi patutkah aku menyayanginya dengan cara seperti itu. Ia yang lahir dari keluarga yang tak harmonis, dan aku tergerak untuk jadi sahabatnya. Tapi entahlah, waktu itu aku tak berfikir jangka panjang.

Dan kini setelah 6 tahun lamanya, yang ada di depanku kini adalah sesosok yang tak bisa lagi mengenali dirinya sendiri. Semenjak Ivan pergi dari kehidupannya tanpa pamit dan tanpa sepatah kata pun, Dinda seakan tak memiliki pengharapan lagi dan aku baru tahu bahwa ia mewarisi penyakit kakeknya. Aku terpaku melihatnya dari batas kaca isolasi yang dijaga ketat oleh sang petugas rumah sakit.

Tiba- tiba ia tertawa, dan sesaat kemudian ia menangis, bahkan meronta tak tentu arah, sungguh ia sudah seperti hilang segalanya.

Aku tundukkan wajahku, dan mengalirlah air mataku dengan perasaan tertahan perih sembilu. Sakit melihatnya menajdi seperti itu, dan aku pun seolah terpuruk dalam kesalahanku dan penyesalanku.

“Itu bukan kesalahanmu sepenuhnya, ada faktor yang lebih mengedepankan itu, kau tau? Karena ia memang sudah ada dari keturunan yang dulu- dulu..” Siska memelukku seraya berkata seperti itu padaku.

Tapi bagaimanapun juga, aku ikut andil dalam menyebabkan dia menjadi seperti itu. Bisakah aku kembalikan pada awal waktu dulu?? Aku tahu semuanya tak mungkin bisa beralih ke masa yang sudah terjadi. Tubuhku lemah, gontai tak berdaya .. bahkan bumi terasa seakan ingin menghimpitku, mengejarku, dan menelanku hidup- hidup ..

Bisakah aku kembali ke titik awal?? Pekikku dalam jiwaku yang rapuh setelah seribu penyesalan itu seakan menghujam kepalaku. Andai bisa aku ulang …


konsekuensiku ..

Sudah enam tahun berlalu ..

Sejak kuputuskan untuk melangkah ke arah yang menurutku lebih jelas dan tentunya terarah juga. Aku mengalami begitu banyak peristiwa dan kejadian yang sedikit bisa mendewasakanku dan lebih memahami arti kehidupan ( ciyee ..).

Dari yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan, terutama jika menyangkut masalah dakwah. Entah bagaimana proses itu terjadi, yang pasti selama enam tahun belakangan ini aku begitu banyak mengalami perang batin yang sangat. Perasaan benci, muak, lelah, dan sangat ingin menyerah, hanya itu rasa yang selalu membekas.

Kejadian itu terus menerus menerpa penyangga imanku, hingga akhirnya .. aku temukan makna dibalik segala hal yang terjadi. Aku makin menyadari bahwa inilah proses untuk aku melatih diriku. Yahh ..aku tidak pernah menyangka, aku akan melangkah sejauh ini .. Jika ingat masa laluku, mungkin aku lebih memilih ingin tidak mengenangnya.

~Kadang pendewasaan diri memang butuh dilatih, tidak selamanya setiap kita punya masalah dan butuh jawaban atau masukan, langsung mendapatkan apa yang kita mau. Semua butuh proses, asal kita berazam ke arah yang lebih baik, saya yakin Dik V3 bisa ~

Hmm .. terima kasih ya mbak .. dan maaf belum bisa menjadi yang diharapkan ..

senyum itu …

Hehe .. kenapa musti senyum setiap kali ada kejadian yang sebenarnya nggak terlalu lucu- lucu juga sih ..

Tapi akhir- akhir ini aku mengalami kejadian yang hampir selalu membuatku ingin tertawa, entah itu masalah pribadi atau malah masalah dengan lingkungan sekitar ..

Yahh .. meski kalau boleh jujur, bulan Oktober ini aku terlalu disibukkan dengan berbagai urusan sehingga menulis blog aja nggak sempat eh belum sempat ding ..

Tapi akhirnya .. setiap kejadian ini tadi bisa aku temukan satu makna, apa ya kira- kira itu? Hehe .. besok lanjut lagi deh ..

Bisakah Untuk Ikhlas .. ?

Segalanya seakan luruh tak berarti

Asa yang kutanam layu tak bernyali

Hingga seakan semua menjadi gersang

Serba kering nan seoalah tak hidup ..

Pembicaraan kala sore itu kembali diperbincangkan antara aku dan sosok wanita setengah baya yang usianya sudah hampir 50 tahun. Sesaat wajah yang memang sudah mulai tua itu menunjukkan rasa sedihnya. Memang, selama ini aku hanya melihat wajah itu jarang sekali menampakkan raut kebahagiaan. Sudah 22 tahun ini semenjak ia melahirkanku, aku hanya selalu melihat wajah sedihnya itu.

Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dengan keadaan apapun yang terjadi dikeluarga. Bahkan sepahit apapun perjalanan hidup yang dilaluinya, tak pernah ia sekalipun mengeluarkan air mata. Sungguh tidak pernah sekalipun juga kudengar keluhannya tentang masalah apapun. Meski sebenarnya, aku tahu bahwa jauh di dalam hatinya, ia sangat ingin menangis.

Namun ..sore itu, aku benar- benar dibuatnya menjadi anak yang seolah tak berarti untuknya. Ketika dari lisannya terucap satu kalimat yang membuatku sangat ingin berontak.

“Dikiro aku po yo seneng karo rencana kakangmu kae, atiku sakjane sedih Nok ..” ucapnya pelan sambil sibuk memasak di depan tungku. Crass ..hatiku yang memang pada dasarnya lemah nan sensitive, kembali teringatkan akan kebencianku pada kelakuan kedua kakakku itu.

Hatiku yang mulanya ingin ikhlas dengan keadaan yang menghimpit, kembali tergores dengan pedih yang mendalam. Keluarga ini ..yang aku tahu, dulu sangatlah harmonis ..bahkan orang lain bisa iri jika melihat keakraban itu, kedekatan itu, wah .. indahnya waktu itu .. Kini, aku hanya selalu melihat bahwa masalah mesti datang silih berganti. Dan seiring waktu berlalu, canda tawa pun lenyap, pupus dengan kesibukan masing- masing.

Tatapanku nanar seketika, memandang penggorengan di depanku dengan sesak di dada. Bisakah untuk ikhlas .. dan bisakah kembali pada sosok ibuku yang dulu? Sosok wanita yang tegar dan tidak pernah mengeluh. Aku mengerti, harapan orang tua adalah ingin melihat anak- anaknya bisa berhasil dalam segala hal. Yahh ..tapi ketika kenyataan berbeda dari harapan, mau bagaimana lagi?

Janganlah pernah merasa terlalu terhimpit, terkekang karena di dunia ini segala sesuatu pasti berubah, saat hati tidak bisa ikhlas, coba lah berdoa untuk bisa ikhlas atas ketidak ikhlasan kita. tataplah masa depan, jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, karena pasti dibalik sebuah permasalahan pasti akan muncul kemudahan.

Hanya kala pikiranku ruwet, dengan kata- kata ini aku bisa bernafas lega. Mungkin, sudah sepantasnya aku yang jadi seseorang yang berarti untuk seorang ibu. Sudah saatnya aku yang menjaga ibu dan adikku satu- satunya, ketika kelak kakakku sudah ada dikeluarga lainnya. Hmm ..haruse bahagia, tapi ini kedua kali ibuku harus terpukul dengan kelakuan anak- anaknya. Aku yang anak ketiga, pastinya akan berusaha untuk tidak mengecewakan mereka bukan? Yahh ..semoga aku bisa ..bahagiakan dia ..

“sisi rapuhku ..”


ml0024d~Masing2 insan itu menjalani kehidupan dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri .. Jangan berharap lebih terhadap suatu hal .. tapi tetaplah berpengharapan .. Jangan mencari kebahagiaan tetapi ciptakan kebahagiaan maka keindahan akan mengalir dalam hidup kita ..~

Air mata yang tadinya sangat deras membasahi pipiku, seketika aku hapus .. Dada yang terasa sesak dengan segala permasalahan yang ada, seketika juga menjadi terasa sejuk setelah membaca sms itu.

Semua memang berawal dari kesalahanku, ketika aku gantungkan segala hal pada sosok kakak, dan ketika dia jatuh dalam kegagalan tepat di depan mataku, aku jadi merasa seolah kecewa dengannya. Ada rasa tak suka dalam diriku, ketika aku melihat seseorang yang aku handalkan ternyata berubah jadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya.

Dan berawal dari setumpuk rasa kekecewaan yang terus menerus itulah, aku menjadi orang yang kehilangan sosok yang sangat aku kagumi. Terkadang juga aku harus diam- diam menyimpan rasa amarahku, menghibur diri sendiri dengan mendengarkan musik. Satu cara yang menurutku bukan cara yang tepat, malah dengan begitu, hatiku semakin tergoyahkan, bahkan jiwaku terasa terhimpit.

Hingga pada akhirnya, aku tak kuasa menahan segalanya, terlalu berat jika semua kekecewaan itu ku pendam sendiri. Entah ini tindakan benar atau tidak, aku ungkapkan pada seseorang yang aku anggap lebih bisa memahami kehidupan dari pada aku. Dan itulah sms darinya yang bisa menenangkanku seketika.

~Jangan pernah ada benci. Hidup itu menggenapi .. Masing- masing dari keluargamu berperan dengan caranya sendiri, hargai itu .. Ketika langit hatimu baru bersih , kamu akan mendengar jawaban dari sang Khaliq .. Dan apapun itu, maka itulah yang terbaik buat kamu ..~

Older Posts »